Hans Utama Raphael, Alumnus ITB yang Menghabiskan Puluhan Tahun di Indosiar-IMDE

02 April 2026 • Oleh Institut Media Digital Emtek

Jakarta-Tuntas sudah pengabdian puluhan tahun Hans Utama Raphael di kampus yang ikut dibidaninya, Institut Media Digital Emtek (IMDE). Sebuah perpisahan sederhana tapi penuh makna digelar di Kampus Baru IMDE, Kamis (23/01/2025, oleh kolega dosen dan tenaga pendidikan IMDE. Rektor dan juga Wakil Rektor serta para Ketua Program Studi pun hadir.

Seperti biasa, penampilan figur penuh dedikasi yang biasa disapa Pak Hans ini mengenakan jeans biru, yang sebelah kiri, ada sobekan alias blel serta kaos hitam dengan lambang ikan terbang di sebelah dada kiri. Kaos itu senngaja dikenakan di hari penuh kenangan, sebab ikan terbang adalah ikon stasiun televisi Indosiar, yang dia ikut bidani juga.

“Separuh hidup saya, saya habiskan di kawasana/area ini” ungkap Hans agak emosial untuk menunjukkan kompleks Emtek City, Jakarta Barat yang menjadi markas stasiun TV Indosiar, Moji TV, Mentari TV, dan tentunya kampus IMDE.

Kompleks stasiun Indosiar dan kampus IMDE memang penuh kenangan bagi Hans. Ia sangat bangga melihat perkembangan Indosiar dan kampus yang ikut dibangunnya berkembang luar biasa. “Semoga terus maju dan menjadi harapan banyak generasi muda menempa studi dan karir,”harapnya.

Sebagai salah satu tokoh pelaku sejarah pendirian stasiun TV Indosiar dan kampus IMDE (sebelumnya bernama Akademi Televisi Indonesia/ATVI dan pada awalnya dinamakan Akademi Teknologi Komunikasi dan Informasi (ATKI), Hans Utama menceritakan sekilas pendirian Indosiar dan ATKI hingga berkembang dan sejumlah posisi dipegang Hans.

Karir yang dijalani di Grup EMTEK ini cukup lama, Hans Utama yang kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Jurusan Desain Grafis, 1976 – 1982. Memang sejak awal fokus pada bidang seni dan entertaint. Sebelum bergabung di Indosiar, Ia menjadi Freelance Graphic Designer & Art Director, 1980 – 1985, lalu aktif di dunia Fashion & Modelling dan pertunjukan di Kota Bandung dan melalui Studio Intermodel menjadi Event Organizer, 1983 – 1992.

Diakui pria yang sudah berumur 70 tahun lebih tapi masih sangat energik ini, seni menjadi obsesnya sejak kecil untuk digeluti, bahkan studi di ITB pun dipilihnya Fakultas Seni Rupa yang memang fokus pada seni. “Jadi kalau saya betah 32 tahun di Indosiar-IMDE, karena seni cita-cita saya sejak kecil,” katanya.

Ada awal, ada akhir, dan siklus kehidupan dalam dunia kerja itu sangat disadari Hans Utama. “Akhirnya sampai juga pada titik ini, situasi ini sudah saya bayangkan sebelumnya. Saya harus siap dengan fase ini. Semoga lembaran baru setelah dari sini, saya masih bisa mengabdikan ilmu dan pengalaman, mohon doanya,” pinta Hans Utama.


TakTergantikan


Rektor IMDE, Totok Amin Sufijanto yang memberikan sambutan perpisahan mengatakan, legacy yang telah diberikan Pak Hans Utama, tak tergantikan. “Kalau melayani atau melaksanakan tugas itu sangat tuntas, istilahnya melayani 360 derajat, bayangkan. Jadi etos kerja seperti itu mestinya bisa dilaksanakan oleh yang lain,” ujarnya sambil menambahkan bahwa legacy yang telah ditunjukkan oleh Pak Hans harus kita teruskan.

Totok melanjutkan, contoh legacy dalam bentuk pelaksanaan tugas antara lain, beliau proaktif dalam mempersiapkan dan kemudian melaksanakan apapun tugas yang diberikan. Beliau juga menjelaskan sejumlah antisipasi sebelum tugas dilaksanakan.

“Semoga teman-teman bisa mengambil contoh dan meneruskan pola kerja Pak Hans. Lihat saja kaos yang dikenakan, ada lambing ikan terbang, itu lambang Indosiar yang sangat dibanggakannya,” ucap Totok menekankan kembali nilai dan etos kerja Pak Hans yang perlu ditiru.

Dalam kesempatan ini, Totok yang baru kembali dari Amerika Serikat (AS) memberikan hadiah kecil tapi amat berkesan bagi Hans Utama yakni sebungkus Coffee Hazelnut Latte. “Wahh ini surprise sekali Pak Totok, khusus memberikan ini. Pak Totok ingat betul ketika saya cerita sangat suka minum Coffee Hazelnut Latte, ehh dibeli langsung dari Amerika. Thank you Pak Totok,” kata Hans dengan semangat.


Kesan Kolega


Acara lepas sambut Hans Utama makin bermakna karena sejumlah kolega meberikan kesan dan testimoninya terhadap sosok ikonik di IMDE ini. Rekan sesama di Indosiar yang kini menjadi dosen IMDE, Rusman Latief mengatakan, Hans Utama banyak tau dan banyak mengerjakan sesuatu hingga tuntas.

Yang membuat berkesan Rusman, setiap diskusi dengan Hans Utama, dengan cepat berubah menjadi suatu konsep yang siap dilaksanakan. “Jadi ngobrol atau diskusi dengan Pak Hans, selalu muncul ide-ide baru yang inovatif.” tambahRusman.

Ciptono Setyobudi, rekan di Indosiar yang kini menjadi dosen dan Wakil Rektor IMDE Bidang Akademik memberi kesan yang bisa menjadi motivasi yang lebih muda yakni semangat yang luar biasa dari sosok Pak Hans.

“Pak Hans bisa dicontoh, di mana pun dan kapan pun dia tidak pernah menjelekkan orang. Yang diomongkan selalu ide, gagasan, atau rencana yang positif,” ucap Ciptono.

Wakil Rektor IMDE Bidang Non-Akademik, Rhewindinar juga punya kesan mendalam meski belum lama mengenal dan berkolaborasi dengan Hans Utama. “Jangkauan pergaulan atau networking Pak Hans luas sekali, di mana-mana banyak dikenal,” katanya.

Generasi muda dosen IMDE, yang juga Kaprodi Seni Pertujukkan, Adlino Dananjaya memberi kesan singkat, “Pak Hans adalah mentor saya untuk mengerjakan acara-acar di IMDE. Pak Hans yang juga mengenalkan langsung industry penyiaran pada saya. Terima kasih, Pak,” tuturnya.

Begitu juga Sekretaris Rektor yang relatif muda dan baru di IMDE, Audry mengatakan, “Yang saya lihat, dedikasi dan legacy yang ditinggalkan Pak Hans buat IMDE luar biasa.”

Ade Solahudin, dari Admisi PMB IMDE yang sudah lama bekerja di institusi ini tak bisa mengucapkan banyak kalimat. “Bagi saya, Pak Hans itu inspiratif,” katanya singkat.

Salah satu Tim Marketing lain yang notabene alumni ATVI, Rezi lebih sedikit bernostalgia saat kampus IMDE masih bernama ATKI dan ruang kelas yang hanya 3 buah serta sederhana fasilitasnya. “Sukses selalu Pak Hans.” (sur)


https://www.sinarharapan.net/hans-utama-raphael-alumnus-itb-yang-menghabiskan-puluhan-tahun-di-indosiar-imde/


24 January 2025

Artikel Lainya

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
IMDE Gandeng EMC Hea...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) secara resmi memperkuat fasilitas layanan mahasiswanya dengan meresmikan Unit Kesehatan Kampus baru yang bekerja sama dengan EMC Healthcare, jaringan rumah sakit terkemuka tanah air yang tercatat di bursa dengan kode saham SAME.Peresmian yang dilakukan pada Rabu (04/2026), merupakan bagian dari komitmen IMDE dalam menciptakan ekosistem belajar yang holistik. Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto menekankan bahwa kesehatan adalah fondasi utama bagi mahasiswa untuk mencapai prestasi akademik dan inovasi yang optimal."Kami menyadari bahwa produktivitas intelektual harus didukung oleh kebugaran fisik yang prima. Melalui kolaborasi dengan EMC Healthcare, kami membawa standar layanan kesehatan rumah sakit papan atas langsung ke dalam lingkungan kampus," ujarnya dalam sambutannya.Totok menambahkan, mengutip tokoh kedokteran Sir William Osler, bahwa fokus utama klinik ini adalah "merawat manusia secara utuh," bukan sekadar mengobati gejala. Sinergi ini diharapkan dapat mengurangi hambatan kesehatan yang sering dihadapi mahasiswa di tengah padatnya jadwal perkuliahan.Klinik ini akan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan darurat pertama, serta program konsultasi kesehatan bagi seluruh civitas akademika. Dukungan dari EMC Healthcare (SAME) memastikan bahwa setiap tenaga medis dan protokol yang dijalankan di klinik ini memiliki standar kualitas yang telah diakui secara nasional dan publik.Sebelum seremoni peresmian, dua mahasiswa IMDE tampil menghibur hadirin yakni pembacaan puisi oleh berjudul ”Perantara” oleh Dafa, dan tarian kreasi ”Tari Kembang Siantar” oleh Sabrina yakni. Hadirin pun terpukau dan memberikan aplaus.Satu VisiSementara itu, CEO PT Kedoya Adyaraya (RS EMC Grha Kedoya), dr. Yuniwati mewakili Tim EMC dalam sambutannya mengatakan bahwa Rumah Sakit EMC Healthcare dan IMDE merupakan dua entitas yang berbeda secara fungsi, tetapi satu dalam visi yakni membangun manusia Indonesia yang sehat dan cerdas."Selama ini, kita mungkin telahbersinggungan dalam berabagai kolaborasi infrmal, kini, melalui moment ini kita resmikan ikatan itu dalam bentuk yang lebih konkret, lebih terasa manfaatnya,” ujar dr. Yuniwati.Lebih jauh dikatakan, sebagai sebuah rumah sakit yang memberikan pelayanan, EMC memahami bahwa akses terhadap kesehatan yang baik tidak boleh menjadi privilege, justru harus terbuka bagi setiap insan manusia.”Unit kesehatan kampus ini sederhana, tidak megah. Tetapi kami harap kehadirannya adalah jawaban atas kebutuhan dasar akan pelayanan ditingkat pertama bagi tenaga pendidik, mahasiswa, dan staf dari IMDE,” pungkas dr. Yuniwati.Hadir dari tim EMC Healthcare dalam acara peresmian klinik di lantai 3 Gedung Kampus IMDE selaian dr. Yuniwati adalah Medical Director EMC Healthcare dr. Meta, Hospital Director RS EMC Grha Kedoya dr. Hendry, Head Corporate EMC Healthcare Nia, Head of Medical RS EMC Grha Kedoya dr. Prisca, Head of Ancillary RS EMC Grha Kedoya dr. Virgin, Head of Medical RS EMC Tangerang dr. Edward, dan Corporate EMC Healthcare Fitri.Dari pihak IMDE, selaian Rektor hadir Wakil Rektor Bidag Akademik Dr. Ratih Damayanti, Wakil Rektor Bidang Non-Akademik Dr. Rhewindinar, para dosen, dan tenaga kependidikan. Sementara salah satu Duta Mahasiswa Bidang Bisnis Digital IMDE Keisya Shakila yang saat ini duduk di semester II berpendapat, adanya ruangan Unit Kesehatan Kampus merupakan hal yang bagus sekali.Jadi, bila ada mahasiswa ataupun dosen yang sakit, untuk sementara bisa meminum obat dan beristirahat di situ. ”Termasuk saya, sebelumnya saat saya sakit asam lambung, saya bingung mencari tempat untuk istirahat, kahirnya saya cari ruang kelas yang kosong,” katanya.Diketahui, Institusi Media dan Digital Ekonomi (IMDE) adalah lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan talenta di bidang ekonomi kreatif, teknologi, dan media digital. Sementara EMC Healthcare (SAME) adalah jaringan rumah sakit swasta di Indonesia yang berkomitmen memberikan layanan kesehatan komprehensif.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6291746/imde-gandeng-emc-healthcare-resmikan-klinik-kampus-tingkatkan-kesehatan-civitas-academica5 Maret 2026
Baca Selengkapnya
article
IMDE Gelar Pelatihan...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) sebagai institusi perguruan tinggi yang fokus pada media, digital, broadcasting, bisnis digital, dan entertaint punya perhatian serius untuk membukukan karyatulis para dosen dalam bidang-bidang tersebut. Dua buku terkait hal ini telah terbit dan menjadi bacaan publik yang menarik. Selanjutnya dalam tahun ini, IMDE berencana mengumpulkan karya para dosen dan tendik untuk dibukukan, namun dengan tema agak lain dan masih berhubungan dengan proses kreatif dan entertaint yakni fiksi, khususnya cerita pendek atau cerpen.Karena tidak mudah bagi dosen dan tendik untuk menulis cerpen, maka kampus memfasilitasi dengan memberikan pelatihan menulis cerpen dengan mengundang sastrawan-cerpenis terkemuka, Kurnia Effendi. Acara pelatihan ini dilaksanakan secara onsite dan live streaming di Tiktok dan kanal Youtube di kampus IMDE, Jakarta, Jumat (20/02/2026).Kurnia Effendi yang sudah malang-melintang di dunia sastra selama 40 tahun terakhir, mengaku senang dan menjadi tantangan tersendiri berbicara soal proses penulisan cerpen di hadapan para dosen dan tendik IMDE. Sebelum memberikan matero penulisan cerpen, sastrawan yang akrab disapa KEF ini bercerita tentang proses penulisan sejak kuliah di jurusan Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, serta perjalanan kreatifnya menulis, termasuk lahirnya fiksi “Pangeran dari Timur” lalu menjadi juri berbagai lomba penulisan, dan kegiatannya saat ini.Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto yangmembuka pelatihan ini mengatakan sebagai dosen dan pendidik, kita harus memiliki keseimbangan daya pikir otak kiri dan otak kanan. Apalagi buat dosen dan tendik di IMDE, harus bagus di angka, tapi juga jago dalam kreativitas. Pelatihan penulisan cerpen ini untuk menyiapkan dosen dan tendik IMDE mulai menulis fiksi yang merangsang imajinasi.“Kami semua akan menulis cerpen yang nantinya dijadikan buku karya civitas academica IMDE. Insya Allah, akan diluncurkan bareng buku kumpulan cerpen mahasiswa di Dies Natalis ke-28 nanti,” ucap Totok semangat.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademis IMDE, Ratih Damayanti mengatakan, sebagai pendidik, kepekaan kepada diri sendiri, lingkungan sosial perlu diasah. Hal ini akan membuat kita bisa menjadi pendamping mahasiswa yg tidak hanya mendidik namun memahami apa yg sedang terjadi dan dirasakan.Salah satu bentuk kepekaan yang perlu dikembangkan adalah kemampuan merasakan kondisi dan keadaan diri sendiri dan orang lain dan mengejawantahkannya dalam sebuah tulisan fiksi seperti mini caption refleksi , puisi bahkan dapat menjadi ide sebuah cerpen.“Pengalaman menuliskan apa yang kita rasa, apa yang kita pikirkan atau menceritakan kembali sebuah kisah yang inspiratif adalah wujud storytelling yang tersusun dalam sebuah cerpen atau fiksi. Dari kepekaan itu maka lahirlah karya karya indah yg dapat dinikmati oleh banyak orang,” katanya.Lebih lanjut dikatakan Ratih, menulis cerpen bukan soal mencari tema besar, melainkan kepekaan membaca detail kecil kehidupan dan kejujuran pada suara hati penulis. Cerpen yang kuat lahir dari disiplin membaca, berani menciptakan daya tarik konflik dan kemampuan mengolah rasa menjadi cerita yg selesai dan meninggalkan kesan bagi pembaca.Opening dan EndingKurnia Effendi menekankan, untuk memikat pembaca, cerpen harus dibuka dengan paragraf yang menarik, mengundang rasa penasaran. Biasanya memanfaatkan konflik yang didukung kilas balik. Untuk mengakhiri cerpen agar berkesan, berikan ruang imajinasi bagi pembaca. Sedangkan pada bagian akhir, disarankan hindari keputusan atau kesimpulan dari pengarangnya. Hal ini berbeda dengan karya ilmiah yang memerlukan penjelasan yang rigit terkait uraian-uraian sebelumnya.Setelah pembukaan dan akhir cerita, Kurnia Effendi memberikan berbagai tips menulis cerpen yang baik dalam arti membetot perhatian pembaca hingga akhir. Karena itu sejumlah langkah diperlukan untuk menunaikan gagasan dalam bentuk tulisan cerpen. Yang pertama dan utama tentunya banyak membaca, melihat-mengamati, mendengar, diskusi dengan banyak kalangan, dan mulailah menuis dengan ide yang diperoleh itu. Sebagai alat bantu, lanjut Kurnia Effendi, gunakan premis sebagai tumpuan pengembangan cerita.“Sebelum gagasan lenyap, catat kata-kata kunci, akan lebih baik dengan membuat sinopsis atau kerangka karangan,” katanya. sambil menambahkan untuk menulis novel, sinopsis dan linimasa cerita “wajib” dibuat untuk menghindari anakronisme dan plot holeUnsur-Unsur CerpenBerbeda dengan karya ilmiah, selain tema/topik, menulis cerpen membutuhkan antara lain:- Plot dan alur- Tokoh/Karakter- Latar (waktu dan tempat)- Konflik dan dramatisasi- Teknik (POV, kilas balik, telling dan showing, gaya bahasa).Yang dimaksud plot adalah adegan atau bagian dari cerita yang berisi motif tokoh, latar, dan waktu. Dalam film atau drama kerap disebut sebagai scene plot. Alur adalah gerakanantar-plot yang membuat cerita mengalir: linier, maju dan mundur, zigzag, atau “paralel”.“Plot membeku tanpa alur, alur tak berfungsi tanpa plot,” ujar Kurnia Effendi.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6283146/imde-gelar-pelatihan-menulis-cerpen-undang-sastrawan-kurnia-effendi21 Februari 2026
Baca Selengkapnya
Menu
Profil
Riwayat