Institut Media Digital Emtek
Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu
Dibalik Wawancara Bl...
02 Apr 2026
SHNet, Jakarta-Sejumlah mahasiswa dari Program Studi D4 Produksi Media, Institut Media Digital Emtek (IMDE) mendapat pengalaman berharga dalam kuliah umum bertema “Tips dan Trik Wawancara Tokoh” yang menghadirkan Sudrajat, Produser Eksekutif dan Host Program Blak-blakan dari Detik.com, sebagai narasumber. Acara diadakan di Auditorium Kampus IMDE, Kompleks Emtek City, Jakarta, Senin (25/11/2024)Kuliah umum dibuka oleh Suradi, dosen pengampu mata kuliah, Teknik Reportase dan Wawancara, yang berharap mahasiswa dapat aktif dalam diskusi interaktif. Selain itu, Teguh Setiawan, Kepala Prodi D4 Produksi Media, turut menyampaikan apresiasi kepada Sudrajat yang telah berkenan hadir untuk berbagi ilmu dengan mahasiswa semua dan berpesan kepada mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali wawasan dalam ranah dunia profesional.Sudrajat memulai materinya dengan membagikan cerita perjalanan kariernya. Meski berlatar belakang Public Relations dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), Ia menjadi wartawan karena berbaur dengan teman-teman jurnalistik. Meski awalnya tak berniat masuk dunia media, ia justru menemukan kecintaannya terhadap jurnalistik setelah bergabung dengan Detik.com, yang saat itu tengah berkembang pesat. Pengalamannya menunjukkan bahwa fleksibilitas dalam menekuni bidang baru dapat membuka peluang yang tak terduga.Menurutnya, kunci sukses dalam wawancara adalah riset mendalam mengenai narasumber dan isu yang diangkat. Tidak hanya mengandalkan informasi dari internet, tetapi juga mencoba menggali fakta dari lingkaran terdekat narasumber. Ia juga berbagi kisah menarik tentang wawancara eksklusifnya dengan Syekh Ali Jaber yang awalnya ditolak, namun akhirnya berhasil berkat pendekatan yang tulus. Dari pengalaman tersebut menunjukan bahwa pendekatan yang tulus dan empati seringkali membuka jalan yang lebih luas, bahkan ketika tantangan atau penolakan awal muncul dari narasumber.Selain itu, Sudrajat juga memberikan sejumlah panduan untuk sukses dalam wawancara. Ia menekankan pentingnya persiapan diri, seperti istirahat yang cukup dan menjaga fisik agar tetap prima sebelum wawancara. Membina hubungan baik dengan narasumber menjadi hal krusial, termasuk menciptakan suasana santai melalui obrolan ringan sebelum sesi dimulai. Ia juga menekankan bahwa sikap profesional sangat penting, mulai dari menjaga sopan santun hingga penampilan yang sesuai dengan konteks wawancara. Dalam wawancara, bahasa tubuh positif seperti kontak mata, senyuman, dan anggukan kepala dapat membuat narasumber merasa dihargai dan lebih terbuka.Sudrajat juga menyoroti tantangan yang sering dihadapi dalam wawancara, seperti perubahan jadwal, pertanyaan yang dicoret, atau mood narasumber yang sulit ditebak. Ia mengingatkan mahasiswa untuk selalu siap menghadapi kondisi terburuk dengan sikap tenang dan fleksibel. Baginya, empati dan komitmen untuk menjaga kepercayaan narasumber adalah kunci dalam membangun relasi yang baik.Tanya Jawab InteraktifSesi kuliah umum ini juga disertai dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian adalah tentang cerita wawancara Sudrajat dengan mantan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Ia berbagi pengalaman yang cukup menarik mengenai bagaimana ia ketika situasi wawancara berlangsung dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan kritis terkait isu hukum.Mahasiswa juga menanyakan bagaimana cara mengatasi rasa gugup saat wawancara. Sudrajat menjawab dengan mengutip pengalaman Najwa Shihab, yang mengakui bahwa bahkan sampai sekarang ia masih merasa gugup sebelum wawancara.“Yang perlu kita lakukan adalah melakukan persiapan matang melalui riset mendalam menjadi kunci utama agar kita bisa merasa lebih percaya diri dan setidaknya tahu gambaran jawaban sementaranya,” ujar Sudrajat.Dalam pesan penutupnya, Sudrajat menginspirasi mahasiswa untuk terus menumbuhkan passion dalam profesi yang digeluti. Ia mendorong mereka untuk melihat setiap peluang sebagai langkah berharga menuju masa depan. Kuliah umum ini memberikan wawasan berharga tentang teknik wawancara, sekaligus memotivasi mahasiswa untuk berkarir di dunia media dengan profesionalisme dan dedikasi tinggi. (Sur/Jihan)Dibalik Wawancara Blak-blakan Sudrajat Detik.com - sinarharapan.net26 November 2024
Baca Selengkapnya
Rektor IMDE Totok A....
02 Apr 2026
SHNet, Jakarta- Rektor Institut Media digital Emtek (IMDE), Totok Amin Soefijanto, Ed.D mengatakan, pengembangan sistem pendidikan harus menggunakan pendekatan ekosistem, kolaborasi, dan penerapan integritas.“Kami sekarang contohnya mengelola lembaga pendidikan tinggi di bidang industri kreatif, tentu berkepentingan membangun ekosistemnya agar kondusif untuk meningkatkan mutu dan jumlah dari konten local,” ujat Totok.Pernyataan Rektor IMDE ini dikemukakan dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia” yang diselenggarakan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), di Jakarta, Kamis (14/11/2024).Berbicara dengan tema “Peran pendidikan dan dampaknya terhadap SDM dan pembangunan ekonomi”, Totok Amin Soefijanto lebih lanjut mengatakan, pembangunan ekosistem pendidikan yang kondusif dapat dicapai dengan pengembangan SDM melalui pendidikan yang bermutu dan terjangkau bagi semua anak-anak kita, yang kemudian akan memperkuat ekosistem industri kreatif kita.“Sektor pendidikan tentu memiliki ekosistem yang beririsan dari berbagai aspek dan aktor. Guru dan dosen, misalnya, perlu terus dibina dan ditingkatkan kompetensinya melalui CPD (Continuos Professional Development) yang baik, teruji, dan tertata agar tepat sasaran dan efektif,” papar Totok.Peningkatan Kualitas SDMPelaksanaan FGD oleh INDEF ini bertujuan antara lain mendiskusikan peran investasi pada pendidikan usia dini/pra-sekolah, dasar dan menengah untuk peningkatan kualitas SDM. Disamping itu mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi dalam peningkatan kualitas SDM di semua jenjang pendidikan serta mendalami faktor-faktor yang menyebabkan mismatch antara keterampilan yang dimiliki oleh lulusan dan kebutuhan industri.Narasumber dalam FGD ini selaian Rektor IMDE, Drs. Amich Alhumami, MA, M.Ed, Ph.D, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas/Kementerian PPN dan dari perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sedangkan pemantik diskusi, Direktur Program INDEF, Eisha Maghfiruha Rachbini, PhD. (sur)https://www.sinarharapan.net/rektor-imde-totok-a-soefijanto-pengembangan-sistem-pendidikan-harus-gunakan-pendekatan-ekosistem-kolaborasi-dan-penerapan-integritas/15 November 2024
Baca Selengkapnya
Kolaborasi DOSS CUP...
02 Apr 2026
SHNet, Jakarta-Institusi Media Digital Emtek-IMDE telah membangun kerja sama dengan DOSS CUP 2024 untuk menghadirkan pengalaman baru dalam penyiaran langsung turnamen basket komunitas. Melalui kolaborasi ini, IMDE mendukung DOSS CUP dengan menyiarkan pertandingan secara live di YouTube, memberikan kesempatan bagi para penonton di seluruh Indonesia untuk menikmati aksi pertandingan basket, dengan standar produksi yang setara dengan liga profesional, IMDE memastikan setiap momen penting dalam pertandingan tertangkap dengan sempurna, mulai dari close-up pemain hingga sudut pandang menarik yang membawa suasana lapangan ke layar penonton.Malvin selaku Ketua Panitia DOSS CUP 2024, sangat mengapresiasi dukungan dan kerjasama IMDE. Baginya turnamen ini berhasil menghadirkan pengalaman live streaming yang bahkan mendekati kualitas liga profesional seperti IBL. Dengan tayangan langsung di YouTube membuat penonton dapat menikmati pertandingan dengan kualitas visual yang jarang ditemui dalam level turnamen basket komunitas sehingga membuat DOSS CUP 2024 ini seperti sekelas dengan event-event reguler berstandar tinggi.“Cara kerja tim IMDE sangat profesional. Mereka mengoperasikan peralatan dengan baik dan dapat menyesuaikan setiap angle dengan tepat. Kolaborasi ini benar-benar membantu kami memperkenalkan DOSS CUP ke khalayak yang lebih luas dan menunjukkan kualitas siaran yang jarang ditemui di turnamen komunitas,” ujarnya.Ia berharap agar IMDE terus menjadi pilihan utama untuk mendukung siaran langsung di berbagai acara olahraga, khususnya basket.Turnamen Basket untuk Semua Usia dan KomunitasDOSS CUP 2024 sendiri diadakan mulai 26 Oktober hingga 10 November. Acara ini terbuka untuk berbagai kategori usia, mulai dari U20, U30, U40 hingga Veteran U50 dan U55 yang mana khusus untuk pemain non-profesional. Turnamen ini berhasil menarik 64 tim dari berbagai komunitas basket dengan pertandingan yang digelar setiap hari. Pada akhir pekan, 22 tim bertanding dalam 11 game, sementara pada hari biasa, terdapat 5-7 game dengan 10-12 tim bertanding. Pertandingan sendiri berlokasi di GOR Lokasari Kec. Taman Sari, Jakarta Barat.Pengalaman Baru Bagi Pemain dan PenontonPara pemain dan suporter merasakan perbedaan dengan adanya siaran langsung yang dikelola secara profesional oleh IMDE. Salah satu peserta turnamen dari kategori Veteran, Herman Josis Mokalu memberikan tanggapannya bahwa jika dibandingkan dengan turnamen sebelumnya yang hanya menggunakan 1 kamera, sekarang dengan adanya kerjasama antara IMDE dengan DOSS CUP, fasilitas kamera menjadi lebih banyak dan lebih dinamis mengambil momen dari berbagai angle.“Ketika misalnya saya baru bikin point, kamera nya pasti akan close-up ke saya. Jadi crew IMDE tampak sudah paham betul kapan mengambil angle dari jauh dan dekat sehingga sudah sepertinya menjawab matanya para penonton bola basket saat live streaming, siapa yang bikin point barusan selama pertandingan,” ujarnya. Dengan siaran langsung ini, suporter yang tidak bisa hadir tetap dapat mendukung timnya dari manapun melalui gadgetnya, menjadikan DOSS CUP tahun ini sebagai ajang yang lebih inklusif dan interaktif.Pengalaman bagi mahasiswa IMDEKru IMDE di DOSS CUP 2024 sendiri seluruhnya merupakan mahasiswa IMDE semester 6 jurusan D3 Komunikasi Massa. Devi Permatasari adalah salah satu diantara mereka yang bertugas sebagai camera person yang ditempatkan di posisi kamera 2. Namun, uniknya dalam menyiapkan live streaming ini, semua anggota kru melakukan rotasi tugas yang mana bertujuan untuk dapat berlatih di berbagai posisi.Selain Devi, ada rekan-rekannya yang menangani peran penting seperti pengarah kamera (PD), Video Switcher, dan Operator Siaran Langsung (OBS). Mereka semua juga dibagi dalam beberapa posisi: cam 1, cam 2, cam 3, serta cam 4 yang khusus untuk menangkap momen-momen tertentu atau sudut individual (ISO). Tugas mereka sendiri mencakup merekam momen penting seperti aksi pemain, detik-detik mencetak skor, dan berbagai highlight pertandingan lainnya.Pengalaman ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa IMDE, karena mereka mendapatkan kesempatan berharga untuk mengasah keterampilan secara teknis. Devi berpendapat bahwa “Proyek seperti DOSS CUP ini, tidak hanya memperkaya pengalaman di CV tetapi sebagai mahasiswa akhir pun aku bisa memanfaatkan waktu luang untuk tetap aktif mengasah skill,” ujarnya.Pernyataan dari Kepala Unit Kemahasiswaan, Alumni dan Ventura IMDEHans Utama selaku Kepala Unit Kemahasiswaan, Alumni dan Ventura IMDE sekaligus dosen IMDE, menjelaskan bahwa proyek kolaborasi dengan DOSS CUP berada di bawah lini Ventura IMDE yang merupakan sebuah unit bisnis yang dibentuk untuk memanfaatkan kompetensi di IMDE melalui kerja sama dengan berbagai lembaga mulai dari lembaga milik swasta maupun pemerintah. “Ventura IMDE ini tidak hanya berfungsi untuk kegiatan bisnis tetapi juga sebagai wadah bagi mahasiswa kami untuk berlatih dalam proyek-proyeknproduksi media, seperti live streaming, multi-camera production, hingga pembuatan company profile,” ujarnya, menekankan bahwa seluruh proses produksi dilakukan oleh mahasiswa aktif dengan bimbingan dosen praktisi.Selain sebagai wadah bisnis, Ventura IMDE juga menjadi ajang promosi bagi IMDE dan menjadi media pembelajaran praktis yang melibatkan mahasiswa terlibat langsung dalam proyek nyata. “Dengan pengalaman ini, mahasiswa IMDE tidak hanya belajar teori di kelas tetapi benar-benar merasakan langsung pengalaman di lapangan sehingga saat lulus nanti mereka siap menghadapi dunia industri dan pekerjaan,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa di bawah lini Ventura IMDE sendiri, telah terlibat dalam berbagai proyek, termasuk DART Turnamen yang ditayangkan di Champion TV serta produksi konser amal Vina Panduwinata bersama Addie MS Orkestra, yang semua prosesnya melibatkan mahasiswa aktif dengan pengawasan dari dosen IMDE. (sur)Kolaborasi DOSS CUP dengan Ventura IMDE Sebagai Penyedia Siaran Live Streaming Utama - sinarharapan.net5 November 2024
Baca Selengkapnya
IMDE Teken MoU denga...
02 Apr 2026
SHNet, Jakarta-Institut Media Digital Emtek (IMDE) menandatangani perjanjian nota kesepahaman atau MoU dengan Persatuan Pendidik Broadcasting dan Perfilman Indonesia (Perdibrofi). Penandatanganan dilakukan Rektor: Ir. Totok A Sofiejanto, Ed.D didampingi warek, kepala Lembaga dan kaprodi dan Waketum PP Perdibrofi di Kampus IMDE, Jakarta, Rabu (30/10/2024).Pertemuan ini diinisiasi oleh Teguh Setiawan, SPd, MIKom selaku Kaprodi D4 Produksi Media yang juga pernah mengajar di beberapa sekolah broadcasting. Setelah MoU para anggota Perdibrofi diajak berkeliling ke seluruh studio yang ada di komplek Emtek City, sekaligus melihat berbagai fasilitas dan aktifitas yang ada.Adapun Tujuan MoU adalahIMDE memberikan bantuan diskusi atau masukan sehubungan dengan kurikulum pendidikan di industri broadcasting dan film kepada anggota Perdibrofi.Menyiapkan dosen untuk menjadi narasumber ataupun penguji dalam kegiatan.Guru guru Perdibrofi dapat membantu mendorong dan merekomendasikan pelajar lulusan dari sekolah berkuliah di IMDE, dan mensosialisasikan dan membantu kesuksesan program penelitian dan pengabdian masyarakat dosenSetelah MoU para anggota Perdibrofi diajak berkeliling ke seluruh studio yang ada di komplek Emtek City, sekaligus melihat berbagai fasilitas dan aktifitas yang ada.Perdibrofi adalah Perkumpulan yang beranggotakan guru SMK yang mengajar pada Konsentrasi Keahlian Produksi dan Siaran Program Televisi (PSPT), Produksi dan Siaran Program Radio (PSPR), dan Produksi Film (PF) di Indonesia.Rektor IMD, Totok A Sofiejanto mengatakan, kemajuan industri kreatif seperti broadcasting dan film sangat tergantung pada kualitas manusianya. Oleh sebab itu, IMDE sangat mendukung ikhtiar meningkatkan kompetensi para guru di jenjang SMK melalui kolaborasi kampus dan sekolah.“IMDE bahkan berfikir untuk memperkuat ekosistem industri kreatif, seperti perfileman, dengan kerjasama sekolah, kampus, industri, dan pemerintah. Semoga dengan ekosistem yang kokoh, kita bisa go international dengan menggandeng pusat-pusat industri film di Shanghai dan Vancouver,” ujar TotokSementara Akhmad Rizky Hanizar, Waketum PP Perdibrofi mengatakan,Alhamdulillah dan bersyukur perjanjian kerja sama antara PERDIBROFI dan IMDE akhirnya dapat terlaksana,. “Semoga dengan dimulai nya kerja sama ini dapat semakin menguatkan tujuan mulia kita semua yakni menghasilkan generasi penerus industri kreatif dengan kualitas terbaik,” kata Rizky Hanizar.(sur)https://www.sinarharapan.net/imde-teken-mou-dengan-persatuan-pendidik-broadcasting-dan-perfilman-indonesia/31 October 2024
Baca Selengkapnya