Institut Media Digital Emtek
Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu
Bropela IMDE Gelar B...
02 Apr 2026
Jakarta - Bulan Ramadan selalu menjadi waktu yang penuh berkah dan kebahagiaan. Di tengah suasana suci ini, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Broadcast Pencinta Alam (Bropela) dari Institut Media Digital Emtek (IMDE) menggelar acara sosial bertajuk "Bropela Berbagi: Indahnya Ramadhan Meraih Berkah."Acara ini melibatkan anak-anak dari Panti Asuhan Griya Yatim, yang diadakan di Kampus IMDE, Jumat (14/3/2025).Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, turut hadir dalam acara tersebut dan menyambut hangat kedatangan anak-anak dari Panti Asuhan Griya Yatim. Ia berharap mereka setelah lulusan Sekolah Menengah Atas, bisa masuk ke kampus yang ada di Jalan Damai, Daan Mogot ini."Sebab berbagai fasilitas yang ada di kampus akan sangat bermanfaat bagi lulusan yang nantinya siap bekerja. Selain itu ada peluang mendapatkan beasiwa maupun potongan biaya kuliah," ucap Totok, dalam keterangannya, Minggu (16/3/2025).Kegiatan ini juga dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan alumni Bropela serta beberapa dosen IMDE. Mereka menyambut anak-anak Panti Asuhan Griya Yatim dengan hangat.Selain berbuka puasa bersama, acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan menarik, seperti storytelling, permainan edukatif, dan pembagian bingkisan untuk anak-anak.Komitmen Berbagi Kebahagiaan di Bulan RamadanKetua umum UKM Bropela, Akhmar Riezq Siraji, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mereka untuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.“Kami ingin memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak panti asuhan dan juga bagi mahasiswa kami sendiri, agar semakin peka terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.Selain itu, ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan semangat berbagi bagi seluruh mahasiswa.Kegiatan Serupa Diharapkan Rutin Digelar Setiap TahunAcara ditutup dengan foto bersama, buka puasa bersama, dan sholat berjamaah. UKM Bropela berharap agar kegiatan serupa dapat terus digelar di tahun-tahun mendatang, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.Tak hanya itu, UKM ATVI Broadcast Jurnalisme (ABJ) juga turut memeriahkan acara tersebut, semakin menambah semarak kebersamaan di bulan suci Ramadan. Mereka juga mengajak mahasiswa lain untuk turut serta dalam aksi sosial di masa mendatang, guna memastikan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan terus tumbuh di lingkungan kampus IMDE.https://www.liputan6.com/citizen6/read/5962703/bropela-imde-gelar-buka-bersama-anak-anak-panti-asuhan-griya-yatim?page=316 Mar 2025
Baca Selengkapnya
Hoaks Merebak, IMDE...
02 Apr 2026
Jakarta - Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, peran media sosial dalam menyebarkan informasi tidak dapat dipandang sebelah mata. Namun, di tengah maraknya berita palsu atau hoaks, berita televisi (TV) masih dianggap memiliki peran vital dalam menjaga kebenaran informasi.Hal ini diungkapkan oleh Rektor Institut Media Digital Emtek (IMDE), Totok Amin Soefijanto, Ed.D, dalam webinar bertema “Berita TV di Tengah Pusaran Media Sosial” yang digelar pada Jumat (14/3/2024).Menurut Totok, meskipun media sosial telah menjadi platform utama dalam penyebaran informasi, berita televisi masih memiliki relevansi yang kuat sebagai penangkal penyebaran hoaks.“Pemberitaan TV menjadi bagian penting dari upaya mencari kebenaran dari suatu peristiwa. Keberadaan berita TV nasional, khususnya, menjadi acuan penting dalam menangkal berita hoaks dan pemutarbalikan fakta yang nyaris terjadi setiap jam, setiap menit,” ujar Totok.Totok juga menyoroti masalah semakin banyaknya berita hoaks yang beredar di media sosial. Data yang diperoleh dari Tim AIS Subdit Pengendalian Konten Ditjen Aptika Kominfo/Komdigi menunjukkan bahwa sekitar 46% dari 1.923 berita hoaks sepanjang tahun 2024 berkaitan dengan penipuan.“Sangat dahsyat memang berita hoaks atau palsu ini. Masyarakat kita, khususnya mereka yang kurang berpendidikan dan anak-anak, menjadi sasaran empuk berita-berita yang menyesatkan tersebut,” kata Totok.Dalam menghadapi tantangan ini, IMDE berkomitmen untuk mendorong penggunaan teknologi media digital secara lebih bertanggung jawab. Totok berharap agar kampus dan akademisi dapat lebih intensif dalam meningkatkan literasi media di semua lapisan masyarakat.“Mereka tidak mudah dikelabui oleh berita sensasional dan lucu yang cenderung palsu,” tambahnya.Berita TV Harus Berinovasi agar Tetap RelevanNarasumber webinar, Fitri Diani, Dept Head News INDOSIAR dan dosen IMDE, mengungkapkan di tengah gencarnya penetrasi media sosial, berita televisi harus berbenah jika tak ingin bernasib sama dengan sejumlah media cetak yang sudah gulung tikar terlebih dulu.Di Indonesia, berita televisi masih punya harapan dan berdaya untuk berkembang lewat sejumlah terobosan serta inovasi memanfaatkan teknologi.Fitri menyarankan, memanfaatkan kepercayaan pemirsa yang menganggap berita TV lebih faktual dan kredibel, jurnalis televisi harus lebih kreatif mengemas maupun menampilkan berita, tidak hanya lewat televisi sebagai media konvensional, tapi juga memanfaatkan media digital, termasuk media sosial.“Jurnalis, saat ini dituntut tidak hanya mampu melaporkan peristiwa untuk pemirsa televisi, tapi juga mampu membuat konten multimedia. Kemampuan mengikuti zaman yang berubah serba cepat, saat ini jadi sebuah keharusan, jika tidak ingin tertinggal atau bahkan menuju kepunahan,” ujarnya.Lebih jauh dikemukakan Fitri, kekuatan berita televisi yang diolah secara lebih bertanggung jawab menjadi modal dasar agar tetap memiliki pangsa pemirsa. Apalagi jika informasi ditampilkan secara lebih menarik dengan turut memanfaatkan saluran di media sosial, alih-alih menjauhinya.Faktanya, media TV yang bisa memanfaatkan perkembangan teknologi masih bertahan kendati penghasilan dari kue iklan harus berbagi dengan platform digital.“Tentu saja, diperlukan kerja keras luar biasa karena aroma-aroma kejatuhan berita TV mulai menyeruak. Televisi yang selama ini menjadi primadona saluran komunikasi massa berbasis audio-visual, disebut-sebut tengah di ambang senja kala karena tergerus cepatnya perkembangan media sosial berbasis internet,” jelas Fitri.Adaptasi dan Tantangan di Era DigitalSementara itu, Direktur Pendidikan Vokasi dan Kaprodi Produksi Media, Teguh Setiawan, mengatakan, dunia berita televisi kini menghadapi tantangan besar dengan semakin kuatnya peran media sosial dalam menyebarkan informasi.Perubahan cara masyarakat mengonsumsi berita membuat TV harus beradaptasi agar tetap relevan tanpa kehilangan kualitas dan kredibilitasnya. Untuk membahas hal ini, lanjut Teguh, Program Studi Produksi Media dengan bangga mengadakan webinar "Berita TV di Tengah Pusaran Media Sosial.""Dalam webinar ini, kita akan belajar langsung dari dosen IMDE Fitri Diani, yang memiliki pengalaman di bidang media dan jurnalistik, serta dipandu oleh Anita Sari Simatupang mahasiswa IMDE sebagai moderator," kata Teguh.Teguh berharap webinar ini bisa menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi media untuk memahami tantangan dan peluang berita televisi di era digital."Dengan diskusi yang interaktif dan penuh wawasan, kita bisa bersama-sama mencari cara agar berita TV tetap dipercaya dan relevan di tengah perkembangan media sosial," tutup Teguh.https://www.liputan6.com/citizen6/read/5962380/hoaks-merebak-imde-ajak-masyarakat-tingkatkan-literasi-media?page=316 Mar 2025
Baca Selengkapnya
Webinar IMDE Kupas S...
02 Apr 2026
Jakarta Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, Ed.D, menegaskan pentingnya keahlian storytelling dalam era digital saat ini. Dalam sambutannya pada webinar bertajuk "Strategi Storytelling Bikin Content Jadi Amazing" yang diadakan oleh Program Studi Produksi Media IMDE, Jumat (7/3/2025), ia menyampaikan bahwa kemampuan ini sangat relevan untuk dikuasai.“Keahlian storytelling merupakan salah satu keterampilan yang sering terabaikan di jenjang SD, SMP, hingga SLTA. Padahal, di negara maju, keterampilan ini sudah dilatih sejak dini, bahkan sejak tingkat TK,” ujarnya.Menurut Totok, storytelling tidak hanya penting untuk menciptakan konten digital, tetapi juga memiliki aplikasi luas, seperti dalam negosiasi bisnis maupun penyusunan laporan kinerja agar lebih menarik dan mudah dipahami.Ia juga mengutip studi dari Go-Globe tahun 2022, yang mengungkapkan bahwa 75% pelanggan menilai storytelling sebagai elemen penting dalam kampanye pemasaran, serta konsumen cenderung lebih mudah mengingat merek—22 kali lebih cepat—melalui narasi yang bercerita.“Dalam lima tahun ke depan, storytelling akan menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap film dan karya kreatif lainnya,” tambahnya.Ia berharap webinar ini mampu mendorong para peserta untuk menghasilkan karya-karya storytelling baru yang dapat memperkuat sektor industri kreatif di Indonesia.Webinar Interaktif dengan Narasumber BerpengalamanWebinar ini menghadirkan Gadis Hilmi Nabiilah Rose, jurnalis CNN dan alumni IMDE, sebagai pembicara utama. Dipandu oleh Restu Putria Nabila, mahasiswa semester IV Program Studi Produksi Media, acara ini berhasil menarik 561 pendaftar dengan 410 peserta bergabung melalui platform hybrid, yakni Zoom dan YouTube.Gadis memaparkan bahwa storytelling bukan hanya tentang menyampaikan cerita secara efektif, tetapi juga mencakup penelitian, pengembangan ide, dan penyesuaian dengan kebutuhan audiens. Ia menekankan bahwa storytelling memiliki cakupan luas.“Storytelling tidak selalu tentang konten media sosial. Menulis cerita dalam buku catatan atau menyampaikan pesan moral kepada orang sekitar juga termasuk storytelling. Bahkan mengajarkan anak untuk bersikap sopan adalah bagian dari proses bertutur,” jelas Gadis.Menurutnya, kunci utama dari storytelling adalah pemilihan media yang tepat, strategi eksekusi, dan relevansi cerita dengan audiens.Dunia Digital dan Transmedia StorytellingTeguh Setiawan, S.Pd., M.I.Kom, Direktur Pendidikan Vokasi sekaligus Kaprodi Produksi Media, menambahkan bahwa storytelling di dunia digital membuat konten lebih menarik dan berkesan. “Melalui cerita, pesan lebih mudah diingat dan bisa menciptakan koneksi emosional dengan audiens,” terangnya.Ia juga memperkenalkan konsep transmedia storytelling, yaitu cara menyampaikan cerita yang berkembang di berbagai platform, seperti video, podcast, media sosial, hingga game. Menurutnya, mahasiswa di Prodi Produksi Media diajarkan keterampilan ini untuk menciptakan konten yang tidak hanya viral, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang.https://www.liputan6.com/citizen6/read/5952544/webinar-imde-kupas-strategi-storytelling-untuk-konten-digital-dan-industri-kreatif?utm_source=Mobile&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=Share_Top&page=39 Maret 2025
Baca Selengkapnya
IMDE Gelar Seminar A...
02 Apr 2026
Jakarta Para selebritas, khususnya artis, perlu memahami strategi dalam mengelola karier dan pendapatan. Hal ini tidak hanya berdampak pada keberlangsungan karier, tetapi juga pada kewajiban pajak yang harus ditunaikan. Menjawab kebutuhan ini, sebuah seminar bertajuk Artistpreneur: Strategi Mengelola Karir Artis digelar secara hybrid di Kampus Institut Media Digital Emtek (IMDE), Jakarta Barat, pada Selasa (25/2/2025). Acara ini merupakan kerja sama antara IMDE, Kampus IPMI, Asosiasi Casting Indonesia (ACI), dan konsultan manajemen bisnis Vistra.Seminar ini dimoderatori oleh Rifa Zahitsjah, dosen yang mengajar mata kuliah Leadership, International Business, dan Organizational Behavior sejak 2015. Rifa juga menjabat sebagai Wakil Rektor Sumber Daya di IPMI. Acara menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Yoseph Alexandrie Jahja, S.E., konsultan dari Vistra, dan Sanca Khatulistiwa, sutradara casting dari ACI. Seminar ini dipimpin oleh Ressa Rizky Mutiara Hadi, M.Sn., dosen Prodi Produksi Entertainmen IMDE sekaligus pelaku seni tari dan koreografer.Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, Ed.D., dalam sambutannya menjelaskan tantangan yang dihadapi para artis dalam mengelola karier. “Banyak artis yang berhenti kuliah setelah meraih kesuksesan. Ini menjadi dilema bagi pendidik. Penting bagi mereka untuk memiliki manajemen sumber daya—waktu, tenaga, uang—yang baik, serta integritas dalam pengelolaan aset,” ujar Totok.Ia menambahkan bahwa workshop ini bertujuan memberikan wawasan tentang manajemen karier dan keuangan artis. “IMDE ingin menciptakan artis, seniman, dan konten kreator yang sukses berkelanjutan, dengan fondasi manajemen yang kuat. Kami ingin kreator lokal dapat bersaing di tingkat internasional, seperti Squid Game, dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tanpa bergantung pada impor konten,” jelasnya.Optimalisasi Keuangan dan Pajak untuk ArtisYoseph Alexandrie membahas pentingnya pengelolaan keuangan yang detail, termasuk aspek pajak. Ia menjelaskan perbedaan perpajakan antara karyawan, pekerja lepas, dan badan usaha, serta memberikan contoh perhitungan pajak untuk artis dengan penghasilan Rp2 miliar. Menurut Yoseph, penggunaan norma perhitungan penghasilan neto dapat mengoptimalkan pembayaran pajak dan bahkan menghasilkan pengembalian pajak (refund).“Artis tidak hanya perlu fokus pada karya seni, tetapi juga pada pengelolaan aspek bisnis dan keuangannya. Pemerintah RI saat ini sangat menekan kepatuhan pajak, sehingga hal ini akan memengaruhi keberlangsungan karier seorang artis,” tegas Yoseph.Peran Aktor dalam Industri HiburanSanca Khatulistiwa dari ACI memberikan paparan tentang peran aktor dalam berbagai bidang industri, seperti film, teater, voice acting, game, iklan, serial, hingga program televisi. Ia juga memberikan tips bagi mereka yang ingin sukses dalam proses casting.“Seperti menanam tanaman, proses casting harus dilakukan secara berkelanjutan. Jangan hanya mencoba sekali dan berhenti,” ujar Sanca.Diskusi Interaktif dan Penutupan AcaraSeminar ini berjalan interaktif, dengan banyak pertanyaan dari peserta yang hadir secara daring maupun langsung. Setelah sesi tanya jawab, acara ditutup dengan foto bersama dan pemberian plakat kepada para narasumber.https://www.liputan6.com/citizen6/read/5936867/imde-gelar-seminar-artistpreneur-pentingnya-manajemen-berkelanjutan-bagi-artis?page=327 Feb 2025
Baca Selengkapnya